Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Proud To Be Indonesian Muslim....

Kecerdasan memiliki banyak sisi. Orang tua yang baik dan bijaksana adalah orang tua yang mampu mengetahui jenis kecerdasan pada anaknya dan bisa mengarahkan sang anak sesuai dengan minatnya. Maka, menjadikan anak yang cerdas bukanlah hal yang rumit. Kata kuncinya adalah mengoptimalkan potensi yang  dimiliki.  Menurut Teori Multiple Intellegences (Kecerdasan Majemuk), kecerdasan yang dapat dioptimalkan, antara lain:

1. Linguistic Intellegence (Word Smart) atau Kecerdasan Verbal/Bahasa   
Bidang ini berkaitan denagn kemampuan menggunkan kata-kata efektif, baik lisan mau pun tulisan. Strategi pengajarannya adalah dengan cara mengucapkan, mendengar dan melihat kata-kata. Cara terbaik memotivasi mereka adalah dengan berbicara, menyediakan banyak buku, rekaman dan kaset kata-kata yang diucapkan, serta mendorong mereka untuk menulis.

 2. Logical  Mathematical Intellegence (Number/Reasoning Smart) atau kecerdan Matematis/ Logis   
Diantara cirinya adalahbanyak bertanya tentang kerja suatu hal, suka bekerja atau bermain dengan angka, suka membuat kategori, hierarki atau pola logis (sebab-akibat) dan menunjukkan minat pada pelajaran sains. Pola pengajarannya, beri mereka materi konkret yang bisa dijadikan bahan percobaan, waktu yang berlimpah untuk mempelajari gagasan baru, kesabaran dalam menjawab keingintahuan mereka. Beri permainan yang memiliki unsur logika.

3. Spatial  Intelellgence  (Picture Smart) atau kecerdasan Visual
    Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan membayangkan, mempresentasikan ide secara visual/spasial dan mengorientasikan diri secar tepat dalam matrik spasial. Di antara cirinya, sang anak dapat menggambrkan dengan jelas visualisasi suatu hal, suka berimajinasi, suka kegiatan seni. Ia peka terhadap warna, garis, bentuk, ruang dan hubungan antar unsur tersebut. Cara terbaik memotivasi mereka adalah melalui media seperti film, slide, video, diagram, peta dan grafik. Beri peluang kepada mereka untuk menggambar dan melukis.

4. Body Kinesthetic Intellegence  (Body Smart) atau Kecerdasan Jasmani/Gerak
    Adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresiakn ide atau perasaan dan keterampilan yang menggunakan tangan untuk menciptakan sesuatu. Cirinya, mereka selau bergerak, mengetuk-ngetuk, gelisah jika duduk lama, pandai meniru gerak atau tingkah orang, suka membongkar pasang barang, dan menyentuh barang-barang  yang baru ditemuinya.

5. Musical Intellegence (Music Smart) atau Kecerdasan Musikal
     Adalah kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi, menggubah dan mengekspresikannya. Anak-anak dengan kecerdan ini memiliki ciri-ciri dapat dapat menunjukkan nada sumbang, mengingat melodi lagu, memainkan alat musik atau bernyanyi di paduan suara, memilki cara berbicara dan bergerak yang berirama. Mereka biasa mempelajari apa pun dengan lebih mudah jika dinyanyikan, diberi ketukan atau disiulkan.

6. Interpersonal Intellegence (People Smart) atau Kecerdasan Antar Pribadi
    Adalah kemampuan mempersepsi, membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain. Cirinya, mereka suka bersosialisasi dengan orang lain, berbakat menjadi pemipmpin, memberi saran kepada teman yang punya masalah dan mudah bergaul. Mereka juga peka terhadap ekspresi wajah, suara, gerak isayarat serta kemampuan membedakan berabagai macam tanda interpersonal. Cara terbaik memotivasi mereka adalah dengan berhubungan dan bekerja sama. Mereka perlu belajar melalui interaksi dinamis dengan orang lain. Biarkan mereka terlibat dalam suatu komunitas.

7. Intra personal Intellegence (Self Smart) atau Kecerdasan Intra Pribadi
    Adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Mereka umumnya intospektif dan reflektif. Mereka menunjukkan sikap mandiri dan kemampuan kuat dan memahami kelebihan dan kekurangan diri. Anak-anak dengan kecenderungan ini paling efektif belajar ketika diberi kesempatan untuk menetapkan target, memilih kegitan mereka sendiri, dan kemajuan sendiri melalui apa yang mereka minati.

 8. Naturalist Intellegence (Nature Smart)  Atau Kecerdasan Naturalis
    Seseorang yang cerdas naturalis memiliki kepekaan terhadap fenomena alam. Mereka menunjukkan minat paad ekologi, alam, tanaman dan binatang. Mereka senang menyaksikan proses pertumbuhan dan gemar bereksplorasi di alam terbuka. Ajaklah mereka menjelajah alam bebas, bicarakan tentang makhluk hidup yang mereka temui, terapkan kesadaran ekologi, tonton program tentang alam bebas di televisi, kunjungi museum dan lain-lain.

Dengan mengetahui kecenderungan anak-anak, orang tua bisa mengarahkan mereka. Dengan demikian, sang anak bisa berkembang sesuai dengan minatnya. Tentu saja peranan orang tua tak hanya menyediakan fasilitas, tapi juga mengarahkan agar kecenderungan itu tidak menyimpang dari hal-hal yang bersifat negatif.

masrizqon wrote on Jul 6, '08
saya udah baca bukunya lho pak...
amrstrong siapa githu penulisnya...
bagus yah
dody006 wrote on Jul 6, '08, edited on Jul 6, '08
Memang betul, teori itu dituagkan dalam sebuah buku yaitu: In Their Own Way, Discovering And Encouraging Your Child's Multiple Intellegences yang dikarang oleh Thomas Armstrong...Namun, penemu teori ini adalah Dr. Howard Gardner, seorang professor bidang pendidikan dari Harvard Univesity, USA pada Tahun 1983.
Makasih yah udah mo mampir....
Makasih juga untuk komentarnya....
masrizqon wrote on Jul 6, '08
oya ya pak. tapi baru 3/4 buku aja bacanya hehe
dody006 wrote on Jul 6, '08
Kalo bisa baca sampai tuntas yah....
masrizqon wrote on Jul 6, '08
oke pak... hehe
dody006 wrote on Jul 6, '08
Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kamu dapatkan kelak....
Add a Comment